Monday, September 7, 2020

PENGERTIAN TES KEBUGARAN JASMANI ( MATERI PENJAS UNTUK SMA/SMK/MA )

 

TKJI

( Tes Kebugaran Jasmani Indonesia )

TKJI merupakan satu rangkaian tes, oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara berurutan, terus- menerus dan tidak terputus dengan memperhatikan kecepatan perpindahan butir tes ke butir tes berikutnya dalam 3 menit. Perlu dipahami bahwa butir tes dalam TKJI bersifat baku dan tidak boleh dibolak-balik , dengan urutan pelaksanaan tes sebagai berikut :

Pertama : Lari 60 meter (usia 16-19 tahun)

Kedua : Gantung angkat tubuh untuk putra (pull up)

Ketiga : Baring duduk (sit up)

Keempat : Loncat tegak (vertical jump)

Kelima : 1200 meter (usia 16-19 tahun)

A. Petunjuk Umum

1. Peserta

a. Dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan tes

b. Diharapkan sudah makan maksimal 2 jam sebelum tes

c. Memakai sepatu dan pakaian olahraga

d. Melakukan pemanasan (warming up)

e. Memahami tata cara pelaksanaan tes

f. Jika tidak dapat melaksanakan salah satu / lebih dari tes maka tidak

mendapatkan nilai / gagal.

2. Petugas

a. Mengarahkan peserta untuk melakukan pemanasan (warming up)

b. Memberikan nomor dada yang jelas dan mudah dilihat petugas

c. Memberikan pengarahan kepada peserta tentang petunjuk pelaksanaaan

tes dan mengijinkan mereka untuk mencoba gerakan-gerakan tersebut.

d. Memperhatikan kecepatan perpindahan pelaksanaan butir tes ke butir tes

berikutnya dengan tempo sesingkat mungkin dan tidak menunda waktu

e. Tidak memberikan nilai pada peserta yang tidak dapat melakukan satu

butir tes atau lebih

f. Mencatat hasil tes dapat menggunakan formulir tes perorangan atau per

butir tes

B. Petunjuk Pelaksanaan Tes

1. LARI 50 / 60 METER

a. Tujuan

Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan

b. Alat dan Fasilitas

1) Lintasan lurus, rata, tidak licin, mempunyai lintasan lanjutan, berjarak

50 / 60 meter

2) Bendera start                                           

3) Peluit

4) Tiang pancang

5) Stop watch

6) Serbuk kapur

7) Formulir TKJI

8) Alat tulis                                                                                                       

c. Petugas Tes

1) Petugas pemberangkatan

2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil tes

d. Pelaksanaan

1) Sikap permulaaan

Peserta berdiri dibelakang garis start

2) Gerakan

a) pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari

b) pada aba- aba “YA” peserta lari secepat mungkin menuju garis finish

                gambar. 1

3) Lari masih bisa diulang apabila peserta :

a) mencuri start

b) tidak melewati garis finish

c) terganggu oleh pelari lainnya

d) jatuh / terpeleset

4) Pengukuran waktu

Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera start diangkat sampai pelari melintasi garis Finish

5) Pencatat hasil

1) hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 / 60 meter dalam satuan detik

2) waktu dicatat satu angka dibelakang koma

2. TES GANTUNG ANGKAT TUBUH UNTUK PUTRA, TES GANTUNG SIKU TEKUK UNTUK PUTRI

a) Tujuan

Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan bahu

b) Alat dan fasilitas

1) lantai rata dan bersih

2) palang tunggal yang dapat diatur ketinggiannya yang disesuaikan dengan ketinggian peserta. Pipa pegangan terbuat dari besi ukuran ¾ inchi

3) stopwatch

4) serbuk kapur atau magnesium karbonat

5) alat tulis




                                                                    gambar. 2

c) Petugas tes

1) pengamat waktu

2) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil

d) Pelaksanaan Tes Gantung Angkat Tubuh 60 detik (Untuk Putra)

1) Sikap permulaan

Peserta berdiri di bawah palang tunggal. Kedua tangan berpegangan pada palang tunggai selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah letak kepala

2) Gerakan (Untuk Putra)

a) Mengangkat tubuh dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh

atau berada di atas palang tunggal, kemudian kembali ké sikap permulaan. Gerakan ini dihitung satu kali.

b) Selama melakukan gerakan, mulai dan kepala sampai ujung kaki tetáp merupakan satu garis lurus.

c) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang, tanpa istirahat sebanyak  mungkin selama 60 detik.

            

Gambar. 3

3) Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila:

a) pada waktu mengangkat badan, peserta melakukan gerakan mengayun

b) pada waktu mengangkat badan, dagu tidak menyentuh palang tunggal

c) pada waktu kembali ke sikap permulaan kedua lengan tidak lurus

e) Pencatatan Hasil

1) yang dihitung adalah angkatan yang dilakukan dengan sempurna.

2) yang dicatat adaiah jumlah (frekuensi) angkatan yang dapat dilakukan dengan sikap sempurna tanpa istirahat selama 60 detik.

3) Peserta yang tidak mampu melakukan Tes angkatan tubuh ini, walaupun teiah berusaha, diberi nilai nol

3. TES BARING DUDUK (SIT UP) SELAMA 60 DETIK

a. Tujuan

Mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut.

b. Alat dan fasilitas

1) lantai / lapangan yang rata dan bersih

2) stopwatch

3) alat tulis

4) alas / tikar / matras dll

c. Petugas tes

1) pengamat waktu

2) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil

d. Pelaksanaan

1) sikap permulaan

a) berbaring telentang di lantai, kedua lutut ditekuk dengan sudut 90˚ dengan kedua jarijarinya diletakkan di belakang kepala.

b) Peserta lain menekan / memegang kedua pergelangan kaki agar kaki tidak terangkat.

2) Gerakan

a) Gerakan aba-aba “YA” peserta bergerak mengambil sikap duduk sampai kedua sikunya menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap awal.

b) Lakukan gerakan ini berulang-ulang tanpa henti selama 60 detik

            

Gambar. 4

e. Pencatatan Hasil

1) Gerakan tes tidak dihitung apabila :

- pegangan tangan terlepas sehingga kedua tangan tidak terjalin lagi

- kedua siku tidak sampai menyentuh paha

- menggunakan sikunya untuk membantu menolak tubuh

2) Hasil yang dihitung dan dicatat adalah gerakan tes yang dapat dilakukan dengan sempurna selama 60 detik

3) Peserta yang tidak mampu melakukan tes ini diberi nilai nol (0)

4. TES LONCAT TEGAK (VERTICAL JUMP)

a. Tujuan

Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak / tenaga eksplosif

b. Alat dan Fasilitas

1) Papan berskala centimeter, warna gelap, ukuran 30 x 150 cm, dipasang pada dinding yang rata atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka nol (0) pada papan tes adalah 150 cm.

2) Serbuk kapur

3) Alat penghapus papan tulis

4) Alat tulis

c. Petugas Tes

Pengamat dan pencatat hasil

d. Pelaksanaan Tes

1) Sikap permulaan

a) Terlebih dulu ujung jari peserta diolesi dengan serbuk kapur / magnesium karbonat

b) Peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada pada sisi kanan / kiri badan peserta. Angkat tangan yang dekat dinding lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan skala hingga meninggalkan bekas jari.

2) Gerakan

a) Peserta mengambil awalan dengan sikap menekukkan lutut dan kedua lengan diayun ke belakang Kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan tangan yang terdekat sehingga menimbulkan bekas

b) Lakukan tes ini sebanyak tiga (3) kali tanpa istirahat atau boleh diselingi peserta lain

        


                                                                    Gambar. 5

 e. Pencatatan Hasil

1) Selisih raihan loncatan dikurangi raihan tegak

2) Ketiga selisih hasil tes dicatat

3) Masukkan hasil selisih yang paling besar

 

5. TES LARI 1200 METER (16-19 TAHUN) UNTUK PUTRA

a. Tujuan

Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung paru, peredaran darah dan pernafasan

b. Alat dan Fasilitas

1) Lintasan lari

2) Stopwatch

3) Bendera start

4) Peluit

5) Tiang pancang

6) Alat tulis

c. Petugas Tes

1) Petugas pemberangkatan

2) Pengukur waktu

3) Pencatat hasil

4) Pengawas dan pembantu umum

d. Pelaksanaan Tes

1) Sikap permulaan

    Peserta berdiri di belakang garis start

2) Gerakan

a) Pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap berdiri, siap untuk lari

b) Pada aba-aba “YA” peserta lari semaksimal mungkin menuju garis finish

                        

   Gambar. 6

e. Pencatatan Hasil

1) Pengambilan waktu dilakukan mulai saat bendera start diangkat sampai peserta tepat Melintasi garis finish

2) Hasil dicatat dalam satuan menit dan detik.

6. TABEL  NILAI TKJI

Gambar. 7

7. NORMA TKJI

Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Mengapa disebut hasil kasar ? Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi. Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu NILAI. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir TKJI. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani remaja.

 

NORMA TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA

(Untuk Putera dan puteri)

                                                                    Gambar. 8







Saturday, December 1, 2018

Materi Sejarah Indonesia Kelas XII " Perjuangan Menghadapi Ancaman Disentegrasi Bangsa "





Musuh terbesar bangsa kita bukan yang datang dari luar, tetapi ancaman disentegrasi yang beraasl dari dalam sendiri ( C.S.T. Kansil dan Julianto, 1998 )

A. Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri ( 1948- 1965 )

Pada tahun 1948 di tandai dengan pecahnya pemberontakan pertama setelah indonesia merdeka, yaitu pemberontakan PKI di Madiun. Sedangkan tahun 1965 merupakan tahun diman berlangsung peristiwa G30S/PKI yang berusaha merebut kekuasaan dan mengganti idiologi pancasila.

Sejarah dan pergolakan konflik yang terjadi di indonesia selama masa tahun 1948-1965 dalam bab artikel ini akan di bagi dalam tiga bentuk pergolakan:

1. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi

     Termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan PKI Madiun, pemberontakan DI/TII, dan peristiwa G30S/PKI. Ideologi yang di susun oleh PKI tentu saja komunisme, sedangkan pemberontakan DI/TII berlangsung dengan membawa ideologi agama.

2. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan kepentingan ( vested interest )

     Termasuk dlam kategori ini adalah pemberontakan APRA, RMS, dan Andi Aziz. Vested Interest merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok. Kelompok ini biasanya berusaha untuk mengontrol suatu sistem sosial atau kepentingan untuk keuntungan sendiri.

3. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan sistem pemerintahan

      Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal dan BFO, serta pemberontakan PRRI dan permesta.
Maslah yang berhubungan dengan negara federalmulai timbul berdasarkan perjanjian Linggajati, Indonesia di sepakati akan berbentuk negara serikat / federal dengan nama republik indonesia serikat ( RIS )

A. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi

     a) Pemberontakan PKI di madiun
     b) Pemberontakan DI/TII
     c) Gerakan 30 September 1965 ( G30S/PKI )

B. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan kepentingan ( vested interest )

      a) Pemberontakan APRA
      b) Peristiwa Andi Aziz
      c) Pemberontakan Republik Maluku Selatan ( RMS )

C. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan sistem pemerintahan

      a) Pemberontakan PRRI dan Permesta
      b) Persoalan Negara Federal dab BFO

Thursday, November 29, 2018

History of the Story of RORO JONGGRANG



"RORO JONGGRANG"
 
This folk tale comes from a very long time ago.The story is also heard from ear to ear.
one of the most famous folklore on Java is Roro Jonggrang. 
Almost all regions in Indonesia have their own folklore.
For those of you who have been to Prambanan temple, 
do you know the folklore about the temple? 
If not, let's read the following story of Roro Jonggrang Prambanan Temple legend.
 
In ancient times, stood a very large kingdom called Prambanan.
Prambanan Kingdom's people lived prosperously and peacefully under
the leadership of the king named Prabu Baka. 
Small kingdoms around the Kingdom of Prambanan were also 
submissive and very respectful of Prabu Baka's leadership.
Meanwhile, in other regions there is one kingdom that is no less great than 
the Kingdom of Prambanan, the kingdom's name is Kingdom of Pengging. 
The kingdom is very famous arrogant and always wants to expand its territory. 
Pengging Kingdom has a powerful knight named Bondowoso.
 
He has a very powerful weapon called Bandung, 
so he is very famous as Bandung Bondowoso.
Not only has powerful weapons, Bandung Bondowoso 
also has army troops in the form of genies.
He used the Jinn army to help him attack other
 kingdoms and also fulfill all his wishes.
Once the Pengging King ordered Bandung Bondowoso 
to attack the Kingdom of Prambanan.
The next day, Bandung Bondowoso summoned all his army soldiers and left for 
the Kingdom of Prambanan.
 
Arriving at the Kingdom of Prambanan, Bandung Bondowoso
and the army immediately stormed into the Kingdom of Prambanan.
Without preparations to make King Baka and his army frenzy, and these wars made
Prabu Baka and his troops killed. 
Finally Bandung Bondowoso succeeded in occupying the Kingdom of Prambanan.
 
The success story of Bandung Bondowoso was heard 
by the Pengging King and felt very happy.
The Pengging King sent Bandung Bondowoso to occupy 
the Prambanan Kingdom and take care
of all the contents of the Kingdom including the Baka King family.
 
When Bandung Bondowoso occupied Prambanan Palace, he saw a beautiful woman.
The woman is the daughter of Prabu Baka named Roro Jonggrang.
Bandung Bondowoso put his heart to Roro Jonggrang when he saw it.
Without thinking, Bandung Bondowoso called Ror Jonggrang and proposed to him.
"O beautiful beauty of Roro Jonggrang, will you be my queen?" Asked Bandung Bondowoso to Roro Jonggrang.
Hearing the question made Roro Jonggrang speechless and confused. He really hated to see Bandung Bondowoso who had killed his father whom he loved so much. But he was also afraid to reject the Bandung Bondowoso application. Finally after Roro Jonggrang thought for a moment, he found a way for Bandung Bondowoso not to marry him.
"I will accept your application, Bandung Bondowoso. But after you fulfill one condition from me. "Jawah Roro Jonggang.
"Are your requirements, O Roro Jonggrang ?, asked Bandung Bondowoso.
"Make me a thousand temples and two wells in one night". Roro Jonggrang replied giving the conditions he requested.
Hearing the conditions given by Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso immediately agreed. The conditions that Roro Jonggrang gave, he considered very easy because he had a lot of genies and would help him.

At night, Bandung Bondowoso gathered all of his genie soldiers. In a short time, all the troops had gathered. After hearing an order from Bandung Bondowoso, all of his troops immediately made a well and built a thousand temples very quickly.

Seeing the speed of Bondowoso's army in building temples and making wells, made Roro Jonggrang feel scared and nervous. In two-thirds a night, there are only three temples and one well that has not been completed.

Roro Jonggrang thought hard about how to thwart the construction of the temple and make him not get married to Bandung Bondowoso. If these conditions are not fulfilled, of course their marriage will not be carried out. Roro Jonggang thinks very hard to frustrate him.
After thinking hard, finally me
results are a very brilliant idea. He will make the atmosphere like morning, so the jinns will stop making temples because it's already morning.

Roro Jonggrang went to gather the ladies and gentlemen inside the Prambanan palace. The ladies and gentlemen gave the task of burning straw, ringing mortar and sprinkling fragrant, fragrant flowers.

Hearing Roro Jonggrang's order, the ladies in waiting immediately burned some straw. Not long after the sky looked red and dimples began to be sounded. The fragrant smell of the flowers being spread began to smell and made the chickens start crowing.

Seeing the reddish sky, the dimples ringing and the fragrant smell of the flowers, made the Bandung Bondowoso jinns leave work. They thought that the day had begun in the morning, and they had to leave immediately.
Seeing his troops leave, Bandung Bondowoso was angry and said, 
"Hi, my balloon, it's not morning yet.Come back and finish building this temple!
Bandung Bondowoso told his troops to return and finish.
Because it was not morning yet, and it was all done by Roro Jonggrang to make 
the atmosphere like morning.
The Bondowoso soldiers continued to leave and ignored orders from him.
Bandung Bondowoso was very upset and completed 
the rest of the temple construction itself.
But before Bandung Bondowoso finished building the rest of the temple,
it was already early morning.
Bandung Bondowoso also failed to fulfill the conditions 
given by Roro Jonggrang to marry King Baka's daughter.
 
Knowing the failure of Bondowoso in making a thousand temples and two wells,
 made Roro Jonggrang very happy and approached Bandung Bondowoso. 
He said "You failed to fulfill the requirements from me, Bandung Bondowoso."
 
Hearing Roro Jonggrang's words, made Bandung Bondowoso's anger even greater.
 In a loud tone Bandung Bondowoso said "You are the cheat Roro Jonggrang. 
You are the one who foiled the construction of a thousand temples that I was building.
 For that, I curse you as a statue in the thousandth temple !!!
 "shouted Bandung Bondowoso in a loud voice.
 
With the supernatural power possessed by Bandung Bondowoso, Roro Jonggang became
 the thousandth statue of the Thousand Temple which he required to Bandung Bondowoso.
These thousands of temples are located in Prambanan Temple, and the Roro Jonggrang
statue is known as the Roro Jonggarang temple among a thousand other temples 
which are named the sewu temple.
 
The Roro Jonggang Temple which is a form of a statue from Roro Jonggrang 
can still be found at the Prambanan Temple location.
Here you will see the Roro Jonggrang Temple surrounded by other temples 
built by the Bandung Bondowoso jinns.
 

Folklore is very important, because it will add to all your knowledge 
about the past history of the country of Indonesia. 
While visiting the tourist attractions, not only enjoy the tour, but 
also very good to know the history of the place as
 the story of Roro Jonggrang Prambanan Temple legend above.

Tuesday, November 27, 2018

CONTOH SOAL ULANGAN BERSAMA SEJARAH WAJIB KELAS 10 SERTA JAWABANYA



CONTOH SOAL SEJARAH WAJIB KELAS 10



Nama siswa   : .................................                        Mata Pelajaran         : SEJARAH WAJIB
Kelas              : X IPA 2  /X IPS 1 ,2 ,3                    Guru                         :..................................
 

Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1.    Apa yang dimaksud dengan praaksara serta kehidupan manusia purba?
2.    Sebutkan dan jelaskan proses evolusi bumi!
3.    Mengapa dalam mempelajari kehidupan masyarakat praaksara diperlukan sumber sejarah yang ditemukan para ahli berupa fosil?
4.    Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis manusia purba beserta ciri-cirinya!
5.    Jelaskan perbedaan ras proto melayu dan deutro melayu!
6.    Jelaskan perubahan pola hunian manusia purba!
7.    Apa yang dimaksud dengan food gathering dan food producing ?
8.    Bagaimana sistem kepercayaan manusia purba?
9.    Jelaskan yang dimaksud dengan kebudayaan kjokkenmoddinger dan abrissousroce!
10. Mengapa kehidupan manusia purba berada di daerah dekat dengan sumber air seperti sungai, danau dan tepi pantai? Jelaskan dan berikan alasan yang mendasar!

Selamat Mengerjakan... !!!!


Penjelasanya ( pembahasanya )sebagai berikut :

1. praaksara merupakan suatu zaman atau masa kehidupan / kebiasaan yang di lakukan oleh manusia sebelum mengenal tulisan.

2. 1. Azoikum (Zaman Tertua)
 yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada saat ini bumi baru tebentuk dengan suhu yang relatif tinggi.
2. Palaezoikum (Zaman Kehidupan Tertua)
 yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudah meninggalkan fosil flora dan fauna. Berlangsung kira-kira 350.000.000 tahun.
3. Mesozoikum Zaman Kehidupan Pertengahan) 
 yaitu zaman purba tengah. Pada masa ini hewan mamalia (menyusui), hewan amfibi, burung dan tumbuha berbunga mulai ada. Lamanya kira-kira 140.000.000 tahun.
4. Neozoikum (Zaman Kehidupan Baru)
  yaitu zaman purba baru, yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu. Zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (Tersier dan Quarter). Zamann es mulai menyusut dan makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia mulai hidup.

3.Karena kalau tidak di temukanya fosil-fosil maka aka sangat sulit untuk mengetahui sejarah zaman tersebut

4. jenis- jenis manusia purba dan ciri-cirinya :
1. Meganthropus Paleojavanicus
        
ciri-cirinya :
– Badan tegap
– Pemakan tumbuh – tumbuhan
– Tulang Kening menonjol
– Otot kunyah , rahang, dan gigi sangat kuat
– Mempunyai tonjolan belakang tajam dan melintang
– Tidak berdagu
– Hidup secara berkelompok dan nomaden
– Hidung lebih lebar
– Tulang pipi tebal
        2. Pithecanthropus Erectus
Memiliki ciri-ciri :
– Volume Otak berkisar 750 cc – 1350 cc
– Mempunyai tubuh tegap namun belum tegap sempurna.
– Hidung lebih tebal
– Kening dan kepala belakang lebih menonjol serta melintang di bagian dahi
– Memiliki tinggi sekitar 165 cm – 180 cm
– Gigi geraham lebih besar dan kuat

         3. Pithecanthropus Soloensis

memilikli ciri-ciri :
– Otot tengkuk dan tempat melekatnya kuat dan besar
– Tulang belakang lebih menonjol
– Tulang pipi lebih tebal
– Termasuk pemakan segala
– Tonjolan di bagian kening tebal
– Tulang pipi menonjol
– Rahang bawah besar dan kuat, terlihat tidak mempunyai dagu
– Volume Otak 750 cc – 1350 cc
– Tinggi badan sekitar 165 cm – 180 cm

        4. Pithecanthropus Mojokertensis

meiliki ciri-ciri :
– Menurut temua fosilnya, diperkirakan telah hidup dua setengah juta tahun yang lalu
– Mempunyai tulang tengkorak yang bentuknya lonjong dan lebih tebal
– Kira – kira ukuran volume otaknya 750 cc – 1300 cc
– Memiliki tinggi 165 cm – 180 cm
– Berbadan tegap dan tidak punya dagu
– Seperti manusia purba lain, bentuk keningnya menonjol

         5. Homo Floresiensis

Ciri Ciri Homo Floresiensis

– Tinggi badan sekitar 1 meter dan cnderung kerdil
– Berat badan kira – kira 25 kg
– Mempunyai bentuk dahi yang sempit dan tidak menonjol
– Tulang rahangnya terlihat lebih menonjol
– Memiliki volume otak kecil, yaitu sekitar 380 cc
– Bentuk kepala kecil

         6. Homo Wajakensis

Ciri Ciri Homo Wajakensis

– Mempunyai wajah yang datar dan lebih lebar
– Pada bagian mulut, rahangnya lebih menonjol dan hidungnya sangat lebar
– Mempunyai dahi yang bentuknya miring
– Terdapat kerutan di kening yang terlihat jelas, diduga dimiliki semua usia
– Mempunyai tulang pipi yang bentuknya menonjol ke samping
– Berjalan tegak dan dapat berdiri tegap
– Memiliki tinggi sekitar 130 cm – 210 cm
– Berat badannya sekitar 30 kg – 150 kg
– Letak hidung dan mulut berjarak sedikit jauh

5. perbedaanya adalah Bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia pada tahun 1500 SM, sedangkan "DeutroMelayu masuk ke  nusantara pada gelombang kedua pada tahun 500 SM. Bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia melalui jalur barat dan timur, sedangkan"Deutro melayu hanya melalui jalur barat.&. Bangsa Proto Melayu berasal dari 'Yunan ( hina )*, sedangkan Bangsa "Deutro Melayu berasal dari  Dongson ( Vietnam ). Bangsa "Deutro Melayu memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan denganBangsa Proto Melayu. Bangsa "Deutro Melayu sudah bisa membuat alat – alat dari logam, sedangkan ProtoMelayu tidak.-. Suku yang termasuk keturunan Bangsa Proto Melayu adalah Suku Batak, Dayak, dan Toraja, sedangkan  Suku yang termasuk keturunan "Deutro Melayu adalah suku Jawa,Madura, dan Melayu

6. perubahan pola hunian manusia purba adalah 

7. food gathering adalah mengumpulkan makanan dengan cara berburu di hutan dan di sungai guna memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga mereka
 food producing adalah memperoduksi makanan dengan cara bercocok tanam, berternak, dan berkebun / berladang

8. sistem kepercayaan manusia purba adalah NOMADEN ( berpindah-pindah )
9. kebudayaan kjokkenmoddinger adalah tumpukan kulit karang dan siput yang sudah membatu yang mencapai ketinggian 7 meter.
dan abrissousroce adalah goa menyerupai ceruk batu karang yang digunakan manusia sebagai tempat tinggal.

      10. karena kehidupan manuisa purba mengumpulkan makanan dengan cara berburu di hutan dan di sungai guna memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga mereka. Mereka terlalu mengandalkan alam. Jadi wajar saja banyak manusia purba yang hidup nomaden ketika sumber makanan pada suatu wilayah telah habis

" SEMOGA BERMANFAAT "